| Picture from this |
Sapaan pada embun kala pagi hadir, rasanya aku sudah lupa bagaimana itu disaat kawan-kawan banyak yang bertutur tentang senja, yang hanya tumpukan waktu yang mulai menggelap dengan sedikit kecantikannya yang elok. Lama tak ku dapati sajak yang bercerita pagi.
Dulu, langkah kaki kecil itu keluar bersama embun, masih ia dapati hamparan lahan yang diisi rumput
hijau dan sedikit kabut di atasnya. Tembok besar kini menjulang, tak ada lagi
kabut pagi, tak lagi ku rasakan sapaan pada embun. Kendaraan roda besi itu kini
melaju semakin kencang, mengejar nafas kehidupan entah deru kecukupan. Emisinya
membuat langit kota tak seramah dulu.
