Lahir pada November 2013. Sebanyak
21 penulis bergabung di dalamnya meramu karya
masing-masing. Dilihat dari judulnya, antologi ini memang lahir setelah para
penulisnya difasilitasi Balai Soejatmoko dan Sastra Pawon mengandung karya
masing-masing di setiap hari minggu. Karya itu seperti anakmu sendiri, yang kau
kandung dalam “rahimmu” dan kelak akan lahir ke dunia yang kau tuju untuknya. Dan
percayalah, setiap tulisan akan menemukan takdirnya.
Dalam antologi ini, satu cerpen
aku titipkan. “Kopi Hitam Terakhir”. Seakan bercerita tentang filosofi kopi ya?
Apakah iya, isinya bertutur akan hal itu?
